Pencitraan Sebagai Komponen Penting Pariwisata

Diposting pada

Sekadar informasi, kunjungan wisatawan domestik pada tahun 2014 sebanyak 45,6 juta orang (meningkat 5,9 juta atau 14,93% dari tahun 2013 yang sebanyak 39,68 juta). Itu baru kunjungan wisatawan domestik, belum kunjungan wisatawan asing yang juga mengalami peningkatan kunjungan pada tahun 2014 (Kemenparekraf). Pencitraan sangat penting bagi pembuka masuknya arus kunjungan wisatawan, selain perluasan daerah wisata beserta pembangunan infrastruktur dan regulasi/kebijakan.

Bukan hanya itu, pencitraan yang dikesankan juga harus menunjukkan kejujuran, keikhlasan melayani, terbuka pada kritikan konstruktif, amanah, dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Integritas pariwisata harus menjadi ruh bagi stake holder (pemerintah, pelaku industri pariwisata, swasta, desa dan masyarakat) khususnya para pemandu wisata dan masyarakat sekitar area wisata yang menjadi garda terdepan dalam penyambutan dan pelayanan terhadap wisatawan. Pelayanan dengan hati yang diajarkan oleh kearifan lokal warisan leluhur akan selalu membekas dan dikenang oleh wisatawan.

Pencitraan sebagai rekomendasi bagi wisatawan untuk berkunjung ke daerah tujuan wisata. Jika kita berpegang teguh pada moralitas luhur warisan leluhur seperti yang disimbolkan dalam berbagai kesenian dan tradisi yang bermuatan kearifan lokal, bukan tidak mungkin target menjadi kontributor pendapatan terbesar negara pada tahun 2020 kelak akan dicapai oleh sektor pariwisata.(Catur Nugroho)

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *