Nasihat Ahli Keamanan Agar Anak Aman Online

Diposting pada

Berbicaralah kepada anak tentang risiko internet. Dengan demikian, anak akan suka untuk didampingi ketika mereka online. Dampingi anak ketika online dengan menggunakan komputer, tablet atau smartphone. Pendampingan ini sangat penting agar mereka bisa bertanya langsung apa yang mereka lihat ketika online.

Oleh karena kesibukan orang tua, tentu tidak semua bisa mendampingi anak ketika online. Untuk itu, pengaturan waktu kapan mereka online sangat penting. Aturlah waktu di mana orang tua atau kakak mereka yang sudah dewasa bisa mendampingi sehingga mereka akan jauh dari risiko ketika online.

6. Didiklah Semenjak Dini dan Sesering Mungkin (Samantha Humphries-Swift, product manager McAfee Labs)

Sekali lagi penekanan pada pendidikan dan pengenalan sejak usia dini sangat penting. Ingatkan anak anda tentang bahaya internet segera setelah ia tahu bagaimana berselancar di internet. Ingatkan juga tentang perilaku online yang aman secara teratur. Sarankan untuk tidak menerima pertemanan dari orang yang tidak dikenal dan orang tua harus melakukan verifikasi jika ada permintaan pertemanan dari orang yang anda kenal sebelumnya. Didik anak untuk tidak memulai pembicaraan/chatting dengan orang yang tidak dikenal dan menolak chatting dengan orang yang tidak dikenal jika diminta. Katakan jangan pernah memberikan alamat rumah, alamat sekolah, nomor telepon rumah atau handphone pribadi. Hal ini sangat bermanfaat untuk menghindari hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya seperti penculikan.

Sumber: Internet sehat The Guardian, 06 April 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *