Menkominfo: Industri Penyiaran Hadapi Tantangan Berat

Diposting pada

Tantangan industri penyiaran di Indonesia dihadapkan pada berkembangnya era digital karena menyajikan konten yang mudah diakses publik. Lalu, bagaimana dunia pertelevisian beberapa tahun mendatang dalam perspektif pemerintah?

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, meskipun tidak lahir dari dunia pers, tapi dirinya memiliki harapan besar untuk industri ini.

“Saya bukan orang media, saya bukan orang broadcasting, tapi yang saya tau di tahun 2015 bahwa masa depan televisi, broadcasting khususnya televisi maupun Radio Indonesia, itu tidak akan berkembang,” katanya dalam acara Lima Tahun Forum Penyiaran bersama Chief RA, di TVRI, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Menteri Rudiantara menjelaskan, salah satu faktornya karena pengaruh perkembangan teknologi, yakni ekosistem digital yang tumbuh begitu cepat. Olehnya itu, dalam sisi regulasi, Kominfo tidak ingin mengganggu.

“Jadi, waktu itu saya putuskan saya gak boleh ganggu industri penyiaran, terutama di swasta. Dari sisi bisnis, pendapatan dari industri penyiaran di Indonesia yang swasta cari iklan itu naik cuman sedikit, kecenderungannya malah turun,” jelasnya

Bukan tanpa alasan dan sengaja menakut-nakuti, Menteri Kominfo memastikan lima tahun ke depan, lansekap industri penyiaran akan mengalami banyak perubahan.

“Kedepan sudah berubah banyak, berubah besar. Jadi saya tidak akan ganggu dari sisi model bisnis. Cara orang belanja iklan itu berubah, tidak lagi di televisi yang tidak fokus segmennya, akan pindah ke seluler karena seluler sudah registrasi. Ini akan terjadi cuman masalah waktu saja. Jadi, jangan diganggu lah, biarkan,” kata Rudiantara di hadapan para Pemred.

Oleh karena itu, Menteri Rudiantara sendiri memastikan, Kementerian Kominfo dalam lima tahun terakhir senantiasa merubah sistem regulasi dengan mempermudah izin kepada ekosistem apapun, termasuk industri penyiaran.

Sumber Kominfo.go.id, Kamis 17 Oktober 2019

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *