Canvas Fingerprinting, Teknologi Baru Pelacak di Internet

Diposting pada

Canvas fingerprinting bekerja dengan meminta browser untuk menggambar gambar kecil pada layar ketika Anda mengunjungi sebuah website/situs. Karakteristik unik dari browser dan komputer tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi Anda secara unik.

Gambar kecil yang telah dibuat tersebut kemudian di

analisis, diubah menjadi angka-angka melalui perhitungan matematika yang cerdas dan dikirim kembali kepada pihak ketiga. Semua kunjungan situs web dengan angka yang cocok kemudian dikelompokkan bersama-sama untuk membuat profil tentang apa yang Anda lihat dan kapan hal tersebut terjadi. Canvas fingerprinting ini berpotensi membawa kembali pengguna internet  ke hari-hari saat cookies belum diatur dengan undang-undang. Ini artinya dengan teknik ini akan ada tracking masif terhadap aktivitas pengguna internet jika teknologi canvas fingerprinting ini berlaku.

Terlebih lagi teknologi ini bisa menghindari undang-undang Uni Eropa dan juga berhasil menghindari sebagian besar metode untuk tetap private. Incognito atau private mode biasa yang disediakan oleh browser tidak akan bisa mencegah, tidak

juga software pemblokir iklan dan tidak ada pengaturan khusus di browser yang bisa mematikannya. Tentu saja hal ini sangat berbahaya bagi privasi pengguna.

Sumber: Internet sehat The Telegraph, 06 April 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *