Twitter Sensor Akun yang Memiliki Konten Sensitif

Diposting pada

Twitter tidak secara terbuka mengumumkan fitur baru tersebut dan fitur itu pertama kali terlihat ketika profil analis teknologi Justin Warren disensor oleh sistem peringatan baru. Setelah followernya bertanya apakah dia tahu status baru akunnya, dia menjawab tidak.

Warren mengatakan bahwa Twitter tidak menghubunginya untuk memberi tahu bahwa akunnya sedang disensor. Twitter mengatakan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang sedang mereka uji sebagai bagian dari upaya keselamatan yang lebih luas. Hal ini sangat mirip dengan bagaimana pengguna telah menandai konten sensitif untuk sementara waktu, berdasarkan pengaturan pengguna.

Langkah tersebut mengikuti beberapa langkah lain yang diambil oleh Twitter untuk membersihkan situs dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya Twitter meluncurkan cara baru menyensor perilaku ofensif dengan membatasi sementara akun pengguna kasar. Beberapa pengguna telah diberitahu bahwa akun mereka dibatasi selama 12 jam setelah menggunakan bahasa yang dianggap kasar oleh Twitter. Ketika akun disensor, hanya orang-orang yang mengikuti mereka bisa melihat tweet mereka atau menerima notifikasi. Ketika akun yang sedang dibatasi retweeted, orang di luar jaringan akun diblokir dari melihat retweet tersebut.

Sumber: Sumber : Internet sehat Mashable, Daily Mail, 16 Maret 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *