Rakor Konsep Wisata Halal Kabupaten Siak

Diposting pada
Halal dan kemudahan dalam berwisata, terutama dalam menikmati kuliner serta fasilitasnya. Wisata halal tidak hanya disukai dan diincar kaum muslim saja, namun wisatawan penjuru dunia.  Jum’at / 02/02/2018.

Pariwisata halal adalah wisata dengan Destinasi dan Industri Pariwisata yang harus siap dalam hal fasilitas dan produk, Pelayanan, atau pengelolaan yang memenuhi unsur syariah yang bertujuan untuk dapat memberikan kenyaman dan keamanan pelayanan kepada wisatawan agar dapat menikmati kunjungan wisata dengan aman.

18766039 1360320320710782 8146886747282065913 n e1520222242825 300x156 - Rakor Konsep Wisata Halal Kabupaten SiakKabupaten Siak juga mulai mempersiapkan diri menuju wisata halal dimana sebelumnya Pemkab dan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Siak telah menggelar sosialisasi gerakan masyarakat sadar halal untuk meningkatkan kesadaran warga setempat akan pentingnya pemahaman terhadap produk non halal.

Sejumlah pokja dan penyelesaian struktur kepengurusan telah dilakukan sehingga rakor yang di ketuai oleh Asisten I Hendrisan ini diantaranya dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kab.Siak Faozi Asni , Kakan Kemenag  Drs. H Muharam , Ketua MUI Kab. Siak Kh.Sofwan Saleh dan beberapa unsur OPD lainya. Pertemuan yang dilakukan di pucuk rebung meeting room ini telah masuk pada tahapan menyusun tupoksi dan langkah cepat guna menggesa sejumlah penyelesaian persyaratan yang diminta oleh Kementrian Pariwisata RI.

Kadis pariwisata Fauzi Asni menuturkan, Siak sebagai daerah kunjungan wisata di Riau telah menjelma menjadi Destinasi favorite yang diharapkan tidak hanya mampu menyedot wisatawan lokal tapi juga skala mancanegara sehingga dibutuhkan kepastian pariwisata halal sebagai jaminan bagi pelancong muslim dan wisatawan dunia. Lebih lanjut beliau juga mengharapkan upaya mewujudkan program pariwisata halal ini tidak hanya semata tugas Dinas Pariwisata saja melainkan semua pihak termasuk peran masyarakat dan pihak pengelola jasa akomodasi wisata dan penunjang pariwisata itu sendiri harus ada di kabupaten siak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *