Pertemukan Investor dan Startup, Wujudkan Indonesia Digital Paradise

Diposting pada

Permudah Investasi, Ciptakan Unicorn

Laporan Kuartal I Badan Pusat Statistik Tahun 2017 menyebutkan peningkatan ekonomi Indonesia didominasi dari masuknya angka investasi domestik maupun global. Oleh karena itu, penegasan peran Pemerintah sebagai fasilitator menjadi keniscayaan, karena tuntutan perkembangan teknologi.

“Saya baru menyadari yang kita miliki sekarang adalah ekonomi. Bukan lagi new economy, digital economy, melainkan the economy,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang juga sebagai Chairman NextICorn Advisory Board, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Bali, Rabu (09/05/2018) pagi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong, yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan 1st NextICorn International Summit menyampaikan selama empat tahun terakhir, Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia didominasi oleh dua sektor, yaitu pertambangan (smelting) dan ekonomi digital. “Jadi sektor ekonomi digital menjadi penyelamat FDI Indonesia. Saya sangat berharap banyak ini bisa berlanjut,” katanya.

Thomas Lembong menyebutkan peran pemerintah dalam memastikan investasi sektor digital bisa berlanjut teramat penting. Dalam sektor digital, mengutip pengalaman berbagai negara, ia menilai ada dua prinsip utama yang harus didukung pemerintah terhadap industri startup melalui instrumen kebijakan, yaitu light touch regulation dan safe harbour policy.

“Light touch berkaitan dengan regulasi, pentingnya untuk pemerintah tidak ikut campur dan mencoba meregulasi segala hal, agar semakin banyak inovasi yang dapat tumbuh di negara ini. Ini juga menjadi perhatian Presiden bagaimana birokrasi memperbaiki beragam peraturan yang ada. TIdak terlalu banyak aturan,” jelas Thomas.

Kepala BKPM melanjutkan, pemerintah juga harus melindungi dari sisi potensi kegagalan melalui safe harbour policy. “Prinsip dasar yang harus kita pahami bagi pembuat kebijakan adalah, inovasi muncul dari percobaan dan pengalaman, yang juga berkaitan dengan kegagalan. Pemerintah harus bisa menciptakan rasa aman bagi industri startup untuk menghadapi kegagalan, dan bagaimana mereka bisa mengimplementasikan dari kegagalan tersebut,” jelasnya.

Menurut Menteri Rudiantara, Kementerian Kominfo telah menerapkan light touch regulation. “Dimana pemotongan sistem birokrasi bagi pelaku bisnis digital dengan hanya mendaftarkan bisnisnya saja secara online tanpa perlu meminta izin lagi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Menteri Rudiantara mengajak para investor utama yang telah mencetak para unicorn Indonesia sebelumnya dapat melebarkan pasarnya melalui startup lainnya. “Kalian harus segera berinvestasi di Indonesia sebelum tougher time yang akan datang di Indonesia seperti kata Pak Tom sebelumnya. Kami punya perkembangan ekonomi yang konsisten, sekitar 5%,” ajaknya.

Menteri Kominfo menegaskan upaya pemerintah menjadi fasilitator pengembangan ekonomi digital. “Pemerintah khususnya Kementerian Kominfo di satu sisi sebagai regulator saat ini lebih membesarkan perannya sebagai fasilitator bahkan akselerator untuk tumbuhnya ekonomi digital nasional dan menjadikan Indonesia Digital Paradise, menciptakan unicorn-unicorn selanjutnya,” katanya.

Secara khusus, melalui Program NextICorn yang akan berlanjut dengan forum pertemuan antara investor dan startup potensial berikutnya. “Melalui fasilitasi pertemuan antara investor internasional dan nasional dengan startup yang berpotensi besar menjadi unicorn, diharapkan pendanaan terhadap sektor ekonomi digital akan terus tumbuh untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia,” jelasnya.

The 1st NextICorn International Summit melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) dan Global Consulting Firm EY.

Humas dan Tim Komunikasi Pemerintah Kementerian Kominfo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *