Nasihat Ahli Keamanan Agar Anak Aman Online

  • 0

Nasihat Ahli Keamanan Agar Anak Aman Online

Category : Pengumuman

Dalam artikel terdahulu sudah dikemukakan 3 (tiga) nasihat ahli keamanan agar anak aman ketika online. Berikut ini tiga nasihat lainnya yang perlu diperhatikan oleh orang tua.

4. Apa yang Sudah Diposting Tidak Dapat Dihapus (David Robinson, chief security officer di Fujitsu UK & Ireland)

Tanamkan kepada anak sejak dini bahwa internet selalu mengingat dan menyimpan apa saja yang mereka posting. Sekali sesuatu diposting di internet, hal itu akan sangat sulit untuk dihapus. Oleh karena itu, anak harus bijak ketika melakukan posting di internet.

Sebaiknya tanamkan kepada anak bahwa sifat internet yang menyimpan segala seuatu yang diposting tersebut berisiko di kemudian hari. Anak mungkin saja akan mendapat pengalaman tidak menyenangkan karena postingan lama yang mungkin suatu waktu muncul kembali dengan berbagai cara. Hal ini mungkin saja membuat mereka kesulitan dalam memperoleh pekerjaan atau malah kemudian di-bully oleh teman.

5.  Dampingi Anak Ketika Berselancar di Internet (Dave King, CEO Digitalis)

Berbicaralah kepada anak tentang risiko internet. Dengan demikian, anak akan suka untuk didampingi ketika mereka online. Dampingi anak ketika online dengan menggunakan komputer, tablet atau smartphone. Pendampingan ini sangat penting agar mereka bisa bertanya langsung apa yang mereka lihat ketika online.

Oleh karena kesibukan orang tua, tentu tidak semua bisa mendampingi anak ketika online. Untuk itu, pengaturan waktu kapan mereka online sangat penting. Aturlah waktu di mana orang tua atau kakak mereka yang sudah dewasa bisa mendampingi sehingga mereka akan jauh dari risiko ketika online.

6. Didiklah Semenjak Dini dan Sesering Mungkin (Samantha Humphries-Swift, product manager McAfee Labs)

Sekali lagi penekanan pada pendidikan dan pengenalan sejak usia dini sangat penting. Ingatkan anak anda tentang bahaya internet segera setelah ia tahu bagaimana berselancar di internet. Ingatkan juga tentang perilaku online yang aman secara teratur. Sarankan untuk tidak menerima pertemanan dari orang yang tidak dikenal dan orang tua harus melakukan verifikasi jika ada permintaan pertemanan dari orang yang anda kenal sebelumnya. Didik anak untuk tidak memulai pembicaraan/chatting dengan orang yang tidak dikenal dan menolak chatting dengan orang yang tidak dikenal jika diminta. Katakan jangan pernah memberikan alamat rumah, alamat sekolah, nomor telepon rumah atau handphone pribadi. Hal ini sangat bermanfaat untuk menghindari hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya seperti penculikan.

Sumber: Internet sehat The Guardian, 06 April 2017


Leave a Reply