Kepolisian AS Miliki 117 Juta Database Wajah

Diposting pada

facial recognition HCSO 300x169 - Kepolisian AS Miliki 117 Juta Database Wajah

Bukan rahasia bahwa hukum Amerika telah membangun database pengenalan wajah untuk membantu dalam melakukan investigasi. Namun sebuah laporan komprehensif baru tentang status pengenalan wajah sebagai alat dalam penegakan hukum menunjukkan, tidak hanya lingkup dan jangkauan database wajah FBI dan lembaga penegak hukum yang menggunakannya, tetapi juga jumlah database wajah tersebut, yaitu sekitar setengah dari orang dewasa Amerika.

Laporan setebal 150 halaman, yang dirilis oleh Center for Privacy & Technology Georgetown University tersebut menemukan bahwa database penegakan hukum saat ini termasuk informasi pengenalan wajah dari 117 juta orang Amerika, sekitar satu dari dua orang dewasa AS. Database pengenalan wajah tersebut merupakan garis bahaya untuk privasi, kebebasan berbicara, dan perlindungan terhadap pencarian tidak masuk akal dan penggeledahan yang muncul dari penggunaan informasi ynag tidak dicek sebelumnya. Laporan tersebut juga menemukan bahwa setidaknya seperempat dari semua departemen kepolisian setempat dan negara bagian memiliki akses ke database pengenalan wajah, baik mereka sendiri maupun melalui agensi lain serta para penegak hukum di lebih dari setengah dari semua negara bagian dapat mencari di database tersebut melalui ID seperti lisensi pengemudi.

Alvaro Bedoya, direktur eksekutif dari Center for Privacy & Technology mengatakan bahwa teknologi pengenalan wajah memungkinkan polisi mengidentifikasi Anda dari jauh secara rahasia tanpa pernah berbicara dengan Anda. Ia melanjutkan bahwa database pengenalan wajah tersebut sebagai pelanggaran privasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sebab database biometrik nasional tersebut sebagian besar dihuni oleh orang yang taat hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *