Jerman Denda Media Sosial yang Gagal Hapus Konten Ilegal

Diposting pada

social media 640x360 300x169 - Jerman Denda Media Sosial yang Gagal Hapus Konten Ilegal

Perusahaan media sosial di Jerman bisa menghadapi denda hingga 50 juta euro jika mereka butuh waktu terlalu lama untuk menghapus konten ilegal termasuk berita palsu. Menteri Kehakiman Jerman telah menyusun hukum yang berupaya memaksakan denda sebagai bagian dari upaya untuk mengawasi percakapan yang membahayakan.

Menteri Kehakiman Jerman, Heiko Maas mengatakan upaya sukarela dari media sosial untuk mengatasi masalah tersebut tidak menghasilkan hasil yang menggembirakan. Proposal atau aturan yang sedang dibangun tersebut mewajibkan situs media sosial menjalankan bantuan 24 jam dan menghapus konten yang ditandai dalam waktu tujuh hari.

Menurut Maas, perusahaan media sosial seperti Twitter dan Facebook semakin lebih baik dalam menangani konten ilegal, tetapi keduanya butuh waktu untuk melakukannya. Maas mengutip penelitian yang menyatakan bahwa Twitter hanya menghapus 1% dari ujaran kebencian yang dilaporkan oleh pengguna dan Facebook sebesar 39%. Jumlah tersebut tidaklah cukup.

Rasisme dan kebencian diyakini telah menjadi lebih umum di media sosial Jerman menyusul kedatangan sejumlah besar pengungsi di Jerman. Setiap konten yang jelas kriminal harus dihapus dalam waktu 24 jam di bawah kondisi yang dijelaskan dalam RUU. Jika, setelah investigasi terhadap konten didapati bahwa konten tersebut mengandung pidana maka harus dihapus dalam tujuh hari. Orang-orang yang memposting konten ilegal juga harus diberitahu tentang penghapusan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *