Facebook, Twitter dan Google Dikritik Terkait Ujaran Kebencian

Diposting pada

Hate Speech 300x169 - Facebook, Twitter dan Google Dikritik Terkait Ujaran Kebencian

Sebuah komite yang dipilih oleh Home Affairs, Inggris mengkritik eksekutif dari Facebook, Twitter dan Google dan menanyakan mengapa mereka tidak mengawasi konten mereka secara lebih efektif mengingat miliaran uang yang telah mereka hasilkan.

Anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh, Chuka Umunna memfokuskan pertanyaannya tentang YouTube yang dimiliki oleh Google dan menuduh Google menghasilkan uang dari video yang menjajakan rasa benci.  Peter Barron, wakil presiden komunikasi dan urusan publik Google Eropa, mengatakan bahwa uang yang dihasilkan dari video yang dipertanyakan tersebut jumlahnya sangat kecil, tetapi ia menambahkan bahwa Google bekerja sangat keras menangani keluhan dan bekerja untuk menghentikannya agar tak terjadi lagi.

Tentu saja tidak hanya Google yang memperoleh kritik pedas terkait penanganan  ujaran kebencian. Yvette Cooper mengkritik cara Twitter menangani laporan pengguna. Cooper mengatakan bahwa ia secara pribadi melaporkan pengguna yang telah melakukan serangkaian tweet rasis, keji dan serangan kejam terhadap tokoh politik seperti Kanselir Jerman Angela Merkel dan Walikota London Sadiq Khan, tetapi pengguna tidak dihapus dari layanan Twitter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *