Budayakan Keamanan Informasi, Perlu Pembiasaan Masyarakat

Diposting pada

Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai ketahanan siber di Indonesia lebih dipengaruhi oleh perhatian masyarakat terhadap isu keamanan dan manfaatnya. Oleh karena itu, dalam membudayakan keamanan informasi dibutuhkan pemahaman atas segmen masyarakat dan pembiasaan agar keamanan siber dapat menjadi budaya bersama.

“Kita harus dapat memilah-milah segmen masyarakat dan mengetahui bagaimana mengomunikasikannya secara sederhana. Masyarakat harus mengetahui apa itu keamanan siber dan manfaatnya? Serta membiasakan hal tersebut sehinga dapat menjadi budaya kita bersama,” paparnya dalam Acara Hari Kebudayaan Keamanan Informasi 2018 di Grand Ballroom Hotel Kempinsky, Jakarta Pusat, Rabu (07/03/2018).

Hari Kebudayaan Keamanan Informasi (HKKI) merupakan upaya komunitas keamanan siber di Indonesia yang didukung oleh pemerintah untuk membentuk budaya keamanan siber dan informasi di Indonesia.  Adalah inisiatif Forum Keamanan Siber dan Informasi (FORMASI) yang mendeklarasikan HKKI pada 07 Maret 2007. Setelah satu dekade deklarasi kini diluncurkan kembali periode ke dua untuk tahun 2018-2028.

Dalam kegiatan bertema Strategi Nasional Keamanan Siber di Indonesia itu, Menteri Rudiantara menegaskan saat ini pemerintah terus mendorong kebijakan keberpihakan atau affirmartive policy dengan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan aplikasi nasional yang mudah digunakan dan memiliki kekuatan untuk mengubah emosi pengguna aplikasi.

“Kerja sama itu untuk meningkatkan aplikasi nasional yang user-friendly dan memiliki bargaining power untuk merubah emosi pengguna aplikasi tersebut. Semoga sebentar lagi, seluruh masyarakat dapat menggunakan aplikasi messenger nasional, bukan lagi dari luar negeri dengan melakukan strategi secara bertahap,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *