Author Archives: diskominfo

  • 0

Empat Kebiasaan Agar Terhindar Dari Serangan Virus Ransomware Petya

Category : Internet Sehat , Pengumuman

Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berbagi langkah untuk menghindari serangan Ransomware Petya. “Bagaimana kita coba menghindarkannya agar kita tidak terkena?” tanyanya retoris dalam Konferensi Pers Antisipasi dan Langkah Preventif terhadap Serangan Malware Ransomware Petya di Cikini, Jakarta, Jumat (30/06/2017).

Lebih rinci, Menteri Rudiantara menyebut ada empat hal yang harus dilakukan guna menghindari serangan ransomware. “Kita lakukan sosialisasi kepada siapapun di Indonesia agar kita mendisiplinkan diri untuk melakukan empat hal,” tandasnya. 

Empat kebiasaan itu menurut Menteri Kominfo harus dibiasakan bagi pengguna komputer. “Pertama, back up semua data. Yang kedua, rajin download anti virus yang terbaru. Yang ketiga, selalu gunakan software operating system yang original dan upgrade terus. Yang keempat, selalu secara reguler ganti password,” urainya.

Menteri Rudiantara menilai, saat ini kesadaran masyarakat akan empat hal tersebut masih rendah, oleh karena itu,  pemerintah akan terus melakukan sosialisasi. “Pemerintah akan terus lakukan sosialisasi soal ini. Kita siapkan sama-sama antara Kominfo, ID SIRTII, penggiat, NGO, LSM. Ini isu semua masyarakat,” tegasnya.

Menteri Kominfo juga mengimbau agar masyarakat melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap Ransomware Petya. “Secara sederhana, nomor satu putuskan hubungan sementara. Hubungan konektivitas ke dunia maya ke internet lewat wifi, lewat LAN, lewat apapun, sementara putuskan dulu. Kalau ada kabel, sementara putuskan dulu agar dia tidak terkoneksi dengan luar. Kedua lakukan back up, baik ke USB, ke CD, external drive, hardisk. Kalau sudah lakukan kedua itu, minimal aman karena sudah ada backup data,” jelasnya. 

Selain itu, kepada pengelola TI, Menteri Rudiantara mengimbau segera melakukan pengamanan data. “Pengelola TI menonaktifkan atau mencabut jaringan lokal atau LAN sementara sampai dipastikan semua aman. Back up data ke storage terpisah,” katanya.

Menteri Kominfo juga mengimbau untuk menggunakan sistem operasi orisinal dan update berkala, install antivirus dan update berkala, gunakan password yang aman dan ganti berkala.

Menurut Rudiantara saat ini ID SIRTII telah menginformasikan Ransomware Petya tersebut kepada sektor-sektor strategis. “Pada hari Selasa tengah malam, ID SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) telah memberikan notifikasi kepada sektor-sektor strategis yaitu sektor perhubungan, sektor keuangan perbankan, kemudian sektor energi terutama PLN dan Pertamina,” ujarnya.

 

 

Source: Kominfo.go.id

Senin 03 Juli 2017, diskominfo.siakkab.go,id

admin


  • 0

Kabupaten Siak Terpilih Dalam Program Gerakan Menuju 100 Smart City di Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) menetapkan Kabupaten Siak sebagai salah satu dari 25 Kab/Kota yang terpilih untuk mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City di tanah air. Penetapan yang dilakukan berdasarkan atas hasil penilaian (assessment) yang telah diselenggarakan di Pusat TIK Nasional, Ciputat, tanggal 2-3 Mei 2017 lalu.

“Read More”


  • 0

Siak Hadiri Assessment Gerakan Menuju 100 Smart City

Category : Pemerintahan , Pengumuman

Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bappenas, Kantor Kepresidenan Republik Indonesia, dan Kompas Gramedia, melaksanakan kegiatan Assessment Gerakan Menuju 100 Smart City pada tanggal 2 – 3 Mei 2017 di TIK Nasional, Tangerang Selatan, Banten.

Kegiatan tersebut dihadiri 65 kabupaten/kota di Indonesia dan 22 assesor dari institusi pendidikan ternama yang ada Indonesia. Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk mengubah transformasi pemerintahan yang selama ini berawal dari pusat, maka akan diubah transformasi pemerintah tersebut diawali dari kabupaten/kota.

Dalam program ini akan dipilih 100 kabupaten/kota secara bertahap yang akan dipandu untuk menjadi Smart City sesuai dengan keunggulan tiap-tiap daerah, dan untuk tahun ini hanya dipilih sebanyak 25 kabupaten/kota.

Pada kegiatan tersebut, Kabupaten Siak yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaharuddin, S.Sos,.M.Si. menyampaikan bahwa program Smart City sangat selaras dengan visi misi Kabupaten Siak, yaitu mewujudkan Kabupaten Siak yang maju dan sejahtera dalam lingkungan masyarakat yang agamis dan berbudaya Melayu serta menjadi tujuan pariwisata di Sumatera. Berdasarkan hal tersebut, maka Kabupaten Siak akan memulai dari sisi Smart government dan akan berlanjut ke Smart Branding dengan fokus pada tourism.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut terdiri dari diskusi panel dan assessment kesiapan Smart City tiap kabupaten/kota dimulai dari kebijakan, perencanaan, infrastruktur, sumber daya manusia, dan kesiapan anggaran untuk menjadi sebuah Smart City.

Sumber : DISKOMINFO KAB. SIAK, Kamis 04 Mei 2017.


  • 0

Diskominfo Siak Mengikuti Bimtek Aplikasi E-Office di National IT Center

Category : Pemerintahan

Siak – Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat e-Government menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Aplikasi e-Office Nasional SiMAYA Gelombang ke-2 di National IT Center, Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/4).  Bimtek tersebut digelar dari tanggal 17 hingga 18 April 2017 dan dibuka oleh Direktur e-Government Ir. Firmansyah Lubis, MIT.

“Read More”


  • 0

Persyaratan Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2017

Category : Pengumuman

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 892.1/811/S7 tentang Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2017 mengeluarkan Ketentuan dan Persyaratan Umum untuk seleksi penerimaan calon Praja IPDN Tahun 2017.
Adapun Persyaratan Umumnya antara lain merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), usia peserta seleksi minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan IPDN tanggal 1 September 2017, dan tinggi badan pendaftar bagi pria minimal 160 cm dan pelamar wanita minimal 155 cm.
Untuk Persyaratan Administrasinya antara lain, pertama memiliki ijazah minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) termasuk lulusan paket C dengan Nilai rata-rata Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) minimal 7,00 bagi pendaftar lulusan 2014-2017, dan khusus bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat Nilai rata-rata STTB minimal 6,50 tahun kelulusan 2014-2017.
Kedua, Memiliki KTP bagi peserta yang berusia diatas 17 Tahun atau Kartu Keluarga (KK) bagi yang belum memiliki KTP. Bagi yang belum memiliki KTP atau KK dapat menggunakan Surat Keterangan Kependudukan atau resi permintaan pembuatan KTP dengan NIK yang sama saat mendaftar pada website panselnas.id.
Ketiga, Surat keterangan Kepala Sekolah masing-masing sebagai peserta Ujian Nasional bagi siswa SMA/MA kelas 3 Tahun Ajaran 2016/2017. Keempat, Surat elektronik/e-mail yang masih aktif. Kelima, Pas photo.
Sementara untuk Persyaratan Khususnya adalah tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan, tidak ditindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya bagi pendaftar pria, kecuali karena ketentuan agama/adat, tidak bertato maupun bekas tato, tidak menggunakan kacamata/lensa kontak, belum pernah menikah/kawin, bagi pendaftar wanita belum pernah hamil/melahirkan, belum pernah diberhentikan sebagai praja IPDN dan perguruan tinggi lainnya secara tidak hormat.
Apabila pendaftar dinyatakan lulus dan dikukuhkan sebagai Praja IPDN, maka pendaftar bersedia untuk tidak Menikah/Kawin selama mengikuti pendidikan, bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditugaskan/ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia, bersedia ditempatkan pada seluruh kampus IPDN, bersedia mentaati segala Peraturan yang berlaku di IPDN, bersedia diberhentikan sebagai Praja IPDN jika melakukan tindakan kriminal, mengkonsumsi dan atau menjual belikan narkoba, melakukan perkelahian, pemukulan, pengeroyokan, dan melakukan tindakan asusila atau penyimpangan seksual, bersedia dikembalikan ke daerah masing-masing tanpa biaya IPDN apabila terbukti melakukan pemalsuan identitas/dokumen atau tidak memenuhi persyaratan pendaftaran di atas.
Untuk tata cara serta teknis pengisian persyaratan administrasi secara lengkap dapat dipelajari melalui video tutorial pada webiste spcp.ipdn.ac.id. (MC Riau/Zak)


  • 0

Taukah Anda Sejarah Adanya Internet Sehat ?

Category : Pengumuman

Istilah Internet Sehat pada awalnya kami (ICT Watch) cetuskan pada tahun 2002. Tepatnya pada 10 Maret 2002, untuk kali pertama kami meluncurkan draft ide/gagasan tentang 5 (lima) langkah program advokasi Internet Sehat (baca: http://www.mail-archive.com/komunitas@sekolah2000.org/msg00552.html). Kemudian salah satu kegiatan awal memperkenalkan program Internet Sehat ke publik secara luas adalah pada 29 April 2002, dengan meluncurkan situs resmi dan brosur hardcopy Internet Sehat edisi perdana (baca: http://www.mail-archive.com/komunitas@sekolah2000.org/msg00703.html).

“Read More”