Akses Internet Merata, Percepat Pembangunan SDM

Diposting pada

Kebijakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk pemerataan aksesibilitas jaringan internet di Indonesia, terutama wilayah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (3T) mendapatkan apresiasi Menteri Keuangan Sri Mulyani. Bahkan Sri Mulyani mengharapkan bisa mempercepat pembangunan sumberdaya manusia sesuai Program Prioritas Pemerintah.

“Aksesibiltas sudah bagus tapi efektivitas itu questionable. Jadi masih banyak sekali PR (pekerjaan rumah, red.) dalam edukasi kita. Dalam konteks inilah teknologi dan informasi sangat berpengaruh,” kata Sri Mulyani dalam Diskusi Pemerataan Infrastruktur Telekomunikasi dalam Mendorong Digitalisasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah 3T  dan Perbatasan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (03/09/2018) siang.

Sri Mulyani menitipkan dua sektor utama dengan alokasi besar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yaitu pendidikan dan kesehatan yang membutuhkan peran signifikan pemanfaatan internet. “Saya bayangkan jika semua sekolah di Indonesia bisa berhubungan dengan internet, maka akan sangat baik,” ungkapnya.

Menurut Menteri Keuangan, pemerintah telah mengalokasikan dana pendidikan sebesar 20% dari total APBN. Bahkan untuk memastikan pembangunan sumberdaya manusia juga telah dilakukan fokus pembangunan di sektor kesehatan dan pembangunan desa.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa didalam konteks pemikiran perubahan teknologi ini adalah munculnya mereka yang tidak mampu untuk merasakan transformasi ini, baik karena tidak ada akses, mungkin terhalang karena berbagai macam faktor,” jelas Sri Mulyani memberikan informasi latar kebijakan pemerataan internet untuk mendukung prioritas pemerintah.

Percepat Layanan Dengan High Throughput Satelitte

Menteri Kominfo Rudiantara menegaskan pemerintah melalui BAKTI Kominfo akan memiliki satelit internet berkecepatan tinggi. Solusi untuk kebutuhan pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bisa menggunakan satelit multifungsi ini. Menkominfo Rudiantara menekankan bahwa untuk menciptakan generasi berdaya saing tinggi, perlu konektivitas internet untuk mengubah pola belajar mengajar di sekolah.

“Selama ini sekolah yang sudah terhubung internet pun dipakai hanya untuk UNBK saja. Generasi kita mau kompetitif tapi kalau diajarin menghafal mulu gimana? Makanya perlu internet karena bisa digunakan 9 ribu sekolah untuk sistem pembelajaran,” jelasnya.

Pengunaan internet berkecepatan tinggi juga diharapkan dapat menunjang kegiatan kesehatan di daerah-daerah. Sebagai ilustrasi, Menteri Kominfo Rudiantara menjelaskan Puskesmas membutuhkan pelayanan cepat sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Pada sektor kesehatan, ada empat ribu lebih puskesmas tapi seribu lebih belum terhubung internet. Di Puskesmas pun dipersulit administrasi, kita harus mengubah pola pikir. Cara melayani masyarakat harus diubah melalui layanan internet,” kata Menkominfo Rudiantara menggambarkan pelayanan data masyarakat di Puskesmas yang tersedia melalui database online. 

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo merupakan Badan Layanan Umum (BLU) yang mengelola dana Universal Service Obligation (USO) dari para penyelenggara telekomunikasi di Indonesia. Dengan dasar Nawacita ke-3 yaitu membangun dari pinggiran, BAKTI Kominfo bertugas menumbuhkan konektivitas nasional dengan membangun akses telekomunikasi dari pinggiran.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *