18 Bulan Untuk Google

Google diberikan waktu selama 18 bulan oleh regulator data Italia untuk mengubah cara bagaimana mereka menangani dan menyimpan data pengguna. Pengguna harus memberikan izin sebelum Google?membuat profil mereka dan harus menghormati permintaan untuk menghapus data dalam waktu dua bulan (meskipun akan memiliki tambahan enam bulan untuk menghapus konten dari backup). Google juga harus secara eksplisit memberitahu pengguna bahwa profil?mereka?dibuat?untuk tujuan komersial. Dalam sebuah pernyataan, regulator?data di Italia mengatakan bahwa apa yang diungkapkan oleh?Google untuk pengguna tetap tidak memadai, meskipun hal tersebut telah?mengikuti?langkah-langkah untuk?tunduk terhadap?hukum lokal Italia. Juru bicara Google mengatakan?bahwa Google?telah terlibat sepenuhnya dengan regulator data Italia dalam?seluruh proses ?untuk menjelaskan kebijakan privasi Google?dan bagaimana hal tersebut?memungkinkan membuatnya lebih sederhana?dan?layanan yang lebih efektif. Google? juga setuju untuk menyajikan roadmap??untuk regulator pada akhir September?yang?menunjukkan bagaimana mereka?akan mematuhi keputusan tersebut. Perintah memperbaiki bagaimana cara Google menangani dan menyimpan data pengguna tersebut muncul dari penyelidikan di negara-negara?Eropa yang menemukan bahwa perusahaan asal California tersebut?melanggar undang-undang kebijakan privasi Uni Eropa. Data Protection Authority?Italia memimpin penyelidikan yang dimulai setelah Google mengkonsolidasikan 60 kebijakan privasi menjadi satu kebijakan yang mencakup segala hal, meliputi beragam layanan seperti YouTube, Gmail dan Google Search. Pengguna tidak diberi pilihan?untuk memilih opt out?dari kebijakan konsolidasi privasi tersebut. Perlu diketahui, negara-negara Eropa merupakan kawasan yang sangat menghargai privasi online. Google banyak sekali mengalami masalah dalam hal privasi dengan negara-negara Eropa tersebut. Baru-baru ini, pengadilan Uni Eropa mengesahkan undang-undang yang bisa memaksa Google dan mesin pencari lainnya untuk menghapus link?artikel yang dihasilkan dari mesin pencari jika pengguna meminta link tersebut dihapus. Keputusan pengadilan Uni Eropa ini disebut dengan Hak untuk Dilupakan atau The Right To Be Forgotten. Sejauh ini Google kewalahan untuk memenuhi ribuan permintaan dari berbagai negara Eropa terkait dengan hak untuk dilupakan tersebut. Sumber:Internet sehat The Guardian , 06 April 2017

Amin Soimin, S.H, M.Si

Dimasa Pandemi Covid-19 ini, Tetap Gunakan Protokol Keamanan Covid19. Jaga Jarak, Pakai Masker dan Selalu Cuci Tangan!!.

belum ada Komentar

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *